Riset Peraih Nobel Ekonomi 2023 Buka Cakrawala Peluang Kerja bagi Perempuan
pascajakarta
UNPAD Staff Writer
Penelitian Prof. Claudia Goldin, ekonom dari Universitas Harvard peraih Nobel Ekonomi 2023, telah membuka cakrawala tentang bagaimana posisi perempuan dalam pasar tenaga kerja. Isu kesenjangan gender hingga pembatasan ruang di dunia kerja masih menjadi catatan bagi tenaga kerja perempuan. Yang menarik, penelitian ini tidak hanya membuka cakrawala bagi Amerika Serikat, tetapi juga bagi negara lain, termasuk Indonesia.
Menurut Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Rina Indiastuti, penelitian Goldin yang mengambil data evolusi dan dinamika pasar tenaga kerja di AS selama 200 tahun ke belakang menunjukkan bahwa disparitas gender dalam dunia kerja makin berkurang. Akan tetapi, masih menyisakan ada pembedaan pendapatan dan pembatasan perempuan untuk masuk dunia kerja pada sektor tertentu. Saat menjadi pembicara pada seminar “Gender Issues in the Workplace: Nobel in Economics 2023” di Bale Rumawat Unpad Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Bandung, Senin (13/11/2023), Rektor mengatakan bahwa Goldin telah menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara pertumbuhan ekonomi dengan partisipasi perempuan di dunia kerja.
Hal ini didukung dengan data ILO bahwa pengurangan gender participation gap akan meningkatkan pendapatan GDP suatu negara. “Jadi bahwa isu gender ini bukan hanya isu perempuan meminta pekerjaan, tetapi perempuan memiliki potensi dan peran cukup besar dalam perekonomian,” kata Rektor. Becermin dari analisis tersebut, Rektor perempuan pertama di Unpad tersebut mengatakan jika kaum perempuan diberikan kesempatan berperan, berkontribusi, dan produktif, ekonomi suatu negara akan tumbuh, pendapatan perkapita akan meningkat, serta kemiskinan akan menurun. Kendati dunia kerja telah membuka luas partisipasi perempuan untuk bekerja, tantangan selanjutnya adalah bagaimana perempuan bisa membagi waktu untuk pekerjaan dan urusan domestik.
Rektor menjelaskan, banyak perempuan yang memiliki prestasi akademik baik mendapat kesempatan untuk bekarier di dunia kerja. Sayangnya, ada tantangan lain yang dihadapkan perempuan pekerja ketika dia memiliki keluarga. Pembagian waktu untuk keluarga dan pekerjaan kerap menjadikan perempuan terkendala untuk masuk ke berbagai bidang pekerjaan potensial. “Karena pekerjaannya tidak fleksibel, maka beberapa perempuan menjadi terkendala untuk bidang-bidang luas pada industri,” ujar Rektor.
Fleksibilitas
Disrupsi teknologi ternyata membuka peluang bagi perempuan. Rektor mengatakan, sektor jasa memiliki potensi luas bagi perempuan untuk mengembangkan kariernya. “Jasa Saya yakin bahwa peluang perempuan akan menjadi lebih terbuka karena sektor jasa itu menjadi lebih fleksibel dan apalagi ditambah dengan teknologi. Jadi ini menguntungkan perempuan,” kata Rektor.
Senada dengan Goldin, Rektor juga mendorong bahwa perempuan sangat penting untuk mengenyam pendidikan hinga ke pendidikan tinggi. Dengan pendidikan, kompetensi perempuan bisa meningkat sehingga bisa masuk ke level pimpinan dan memiliki fleksibilitas kerja yang baik. “Jadi jangan menyerah untuk bekerja, terus produktif, dengan cara memiliki kompetensi apa. Kendati dunia kerja kurang fleksibel, tetapi ke depan sektor jasa dan teknologi membuat lebih fleksibel, sehingga yakin perempuan akan lebih punya peluang yang luas,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Rektor, kemampuan entrepreneurship khususnya kemampuan manajemen waktu diperlukan agar perempuan bisa menyeimbangkan antara kerja dengan keluarga. Rektor juga mendorong pemerintah menyiapkan regulasi yang bisa membuka peluang perempuan untuk bekerja di berbagai bidang tanpa ada pembedaan. Gelar wicara tersebut juga menghadirkan pembicara Ketua Dewan Profesor Unpad Prof. Arief Anshory Yusuf, PhD, peneliti University of Merlbourne Dr. Ariane Utomo, dan peneliti Universitas Indonesia Diahhadi Setyonaluri, PhD. Acara dibuka Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Arief S. Kartasasmita
Sumber www.unpad.ac.id


Riset Peraih Nobel Ekonomi 2023 Buka Cakrawala Peluang Kerja bagi Perempuan
Program Studi Magister Berbasis Project Gelombang ...
Pendaftaran Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran ....
11 Jan 2025
Rektor Ajak Lulusan Unpad Selalu Berpikir Kritis d...
Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad), Prof. Arie....
08 Aug 2025
Luncurkan Program Pendidikan Jarak Jauh Hi-Flex, U...
Universitas Padjadjaran menggelar peluncuran awal ....
24 Jul 2025
Terima Kunjungan Dubes Hungaria, Rektor Unpad Baha...
Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Arief S. Kart....
04 Jun 2025
Unpad Luhung Selenggarakan Professional Course di ...
Universitas Padjadjaran melalui Unpad Luhung menye....
28 May 2025
Kunjungi Sosial Media kami